Profil Konsorsium Pembaruan Agraria

Profil Singkat

KONSORSIUM PEMBARUAN AGRARIA/

Consortium for Agrarian Reform

Nama dan Kedudukan

Organisasi ini bernama Konsorsium Pembaruan Agraria, disingkat KPA. Organisasi ini berkedudukan di seluruh wilayah Indonesia. KPA didirikan pada tanggal 24 September 1994 di Jakarta, dan disahkan pada tanggal 10 Desember 1995 dalam Musyawarah Nasional I KPA di Bandung untuk waktu yang tak terbatas.

Asas dan Nilai

KPA berasaskan Kedaulatan Rakyat. Nilai-nilai yang dianut dalam KPA:  Hak asasi manusia; kelestarian lingkungan; kearifan nilai-nilai adat; demokrasi; keadilan sosial; keadilan dan kesetaraan gender; non-sektarian; non-partisan; perdamaian dan anti kekerasan; anti diskriminasi pada ras, suku, agama dan aliran kepercayaan; dan solidaritas.

Sifat dan Tujuan

Organisasi KPA merupakan gerakan rakyat yang bersifat terbuka dan independen. KPA bertujuan untuk memperjuangkan terciptanya sistem agraria yang adil, dan menjamin pemerataan pengalokasian sumber-sumber agraria bagi seluruh rakyat Indonesia; jaminan kepemilikan, penguasaan dan pemakaian sumber-sumber agraria bagi petani, nelayan, dan masyarakat adat; serta jaminan kesejahteraan bagi rakyat miskin.

Bentuk, Struktur dan Kepengurusan

KPA berbentuk Konsorsium. Struktur Organisasi KPA terdiri dari Musyawarah Nasional, Dewan Nasional, Sekretaris Jenderal, KPA Wilayah (di tingkat provinsi), Anggota KPA, dan Majelis Pakar. Kepengurusan KPA Terdiri dari Dewan Nasional, Sekretaris Jenderal KPA, KPA Wilayah, dan Majelis Pakar.

Fungsi dan Kegiatan

KPA berfungsi: (1) Sebagai penguat, pemberdaya, pendukung, dan pelaku perjuangan Pembaruan Agraria berdasarkan inisiatif rakyat, dan (2) Sebagai organisasi yang mendorong lahirnya berbagai kebijakan dan sistem agraria yang berpihak kepada rakyat, serta melawan berbagai kebijakan yang anti-reforma agraria.

Kegiatan KPA meliputi: (1) Memperjuangkan pemenuhan hak-hak rakyat terutama petani/buruh tani, nelayan, masyarakat adat, dan rakyat miskin; (2) Advokasi yang berupa upaya perubahan kesadaran rakyat (publik) melalui penyebaran informasi, pembentukan opini publik, pembelaan kolektif di satu pihak, dan perubahan kebijakan dan strategi pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak rakyat di lain pihak; (3) Menyelenggarakan pendidikan alternatif; (4) Pengembangan jaringan informasi, kajian, dan publikasi yang bersifat internal maupun eksternal; (5) Pengembangan kerjasama kegiatan, program, dan kelembagaan yang mengabdi pada pemenuhan tujuan-tujuan gerakan Pembaruan Agraria; dan (6) Secara aktif terlibat dalam perjuangan penggalangan solidaritas nasional dan front/aliansi perjuangan internasional untuk Reforma Agraria Sejati.

Keanggotaan

Anggota KPA adalah organisasi rakyat (serikat tani, nelayan, dan masyarakat adat) dan organisasi non-pemerintah (NGO/LSM) yang mempunyai keberpihakan dan tujuan yang sama dengan KPA. Berdasarkan hasil Musyawarah Nasional VII KPA tanggal 7-10 November 2016 di Makassar, Sulawesi Selatan, jumlah anggota KPA yang ditetapkan adalah 153 (seratus lima puluh tiga) organisasi, dengan rincian 85 organisasi rakyat dan 68 organisasi non-pemerintah.

Kepengurusan Organisasi

Sekretariat Nasional (Executive Board) KPA 2016-2020 terdiri dari:

Sekretaris Jenderal Dewi Kartika
Tim Kerja Sekretariat Nasional, sebagai berikut:
Kepala Departemen Kampanye dan Manajemen Pengetahuan Benni Wijaya
Staf Departemen Kampanye dan Manajemen Pengetahuan Adi Wibowo; Salahudin Al Ayubi
Kepala Departemen Advokasi Kebijakan dan Pengembangan Jaringan Nasional Yahya Zakaria
Staff Departemen Advokasi Kebijakan dan Pengembangan Jaringan Nasional Roni Septian Maulana; R. Andi Wijaya
Kepala Departemen Penguatan Organisasi Syamsudin Wahid
Staf Departemen Penguatan Organisasi Ferry Widodo; Roy Silalahi
Kepala Departemen Kesekretariatan dan Manajemen Program Nurkholipah
Kepala Keuangan dan Administrasi Diana Tan
Staf Keuangan dan Administrasi Acik Handiri; Elita Wahyuni
Staf Rumah Tangga Kantor Deni Kartiwa; Taufik. R. Hidayat

Dewan Nasional (Legislative Board) KPA 2016-2020 terdiri dari:

  • Iwan Nurdin (Ketua DN)
  • Sofyan Ubaidi Anom (Anggota DN)
  • Fubertus Ipur (Anggota DN)
  • Kisran Makati (Anggota DN)
  • Harun Nuh (Anggota DN)

Majlis Pakar KPA 2016-2020 terdiri dari:

  • Gunawan Wiradi
  • Maria Roewiastoeti
  • Bonnie Setiawan
  • Boedhi Widjardjo
  • Hendro Sangkoyo
  • Usep Setiawan
  • Idham Arsyad

Kontak Pengurus

Alamat Sekretariat Nasional KPA: Komplek Liga Mas, Jl. Pancoran  Indah I Blok E3 No. 1, Pancoran, Jakarta Selatan 12760
Telp. (021) 7984540
Fax. (021) 7993834,
e-mail: kpa@kpa.or.id
website: www.kpa.or.id.

Anggota KPA

No. Provinsi Jenis Organisasi Anggota
Organisasi Rakyat (organisasi tani, masyarakat adat dan nelayan) Organisasi Non-Pemerintah/NGOs/LSM
1 Sulawesi Utara 1.        Serikat Petani Minahasa
2 Sulawesi Tengah 2.        Forum Petani Merdeka (FPM)3.        Serikat Perjuangan Tani Nelayan Tolitoli (SPTNT)4.        Perkumpulan Masyarakat Pesisir Tolitoli (PMPT)5.        Serikat Nelayan Teluk Palu (SNTP)

6.        Serikat Tani Donggala

7.        Serikat Tani Sigi (STS)

8.        Forum Nelayan Togean (FNT)

9.        Forum Petani Cengkeh Tolitoli (FPCT)

10.     Aman Sulteng

11.     Serikat Tani Pejuang Tanah Air

1.        Yayasan Tanah Merdeka (YTM)2.        Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR)3.        LBH Sulteng-Palu4.        LBH Progresif Tolitoli (LBHP)

5.        Yayasan Dopalak-Toli-toli

6.        Solidaritas Perjuangan Reforma Agraria (SPRA)

7.        Solidaritas Perempuan Sintuwu Raya Poso

 

 

3 Sulawesi Selatan 12.     Persatuan Rakyat Salenrang13.     Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Aneka Usaha Liku Dengen 8.        Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR)9.        Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Makassar (YLBHM)10.     Perkumpulan JURnaL Celebes11.     Jaringan Kerja Bumi (Jangkar Bumi)

12.     Perkumpulan Wahana Lingkungan Lestari Celebes  Area (Wallacea)

13.     Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar

14.     Balai Latihan dan Pengembangan Masyarakat (BPLM)

15.     Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI)

16.     Solidaritas Perempuan Anging Mammiri Makassar

 

4 Sulawesi Tenggara 14.     Masyarakat Adat Sambadete Walandawe15.     Lembaga Adat Adati Totongano Wonua Kampo Hukaea-laea16.     Alam Watabaro Kumbewaha17.     Lembaga Adat Sarano Wonua

18.     Himpunan Petani Arongo (HPA) Konawe Selatan

19.     Forum Masyarakat Tue-Tue Ngapa Walanda (FMTNW) Angata

20.     Forum Kesejahteraan Petani (Forma Tani)

21.     Aliansi Petani Muda Mandiri Pudaria (APMMP)

 

17.     Solidaritas Perempuan Kendari18.     Pusat Studi Pembaruan Agraria & Hak Asasi Manusia (PUSPA-HAM)19.     Forum Swadaya Masyarakat Daerah (ForSDa)20.     Wonua Mekongga

21.     Sekolah Rakyat Butuuni (SERABUT)

22.     Sagori

23.     Yayasan Lembaga Bina Lingkungan ( YBL )

 

5 Gorontalo 22.     Serikat Petani Tambak (SPT) Gorontalo  
6 Bali 23.     Serikat Tani Sumberklampok24.     Kelompok Tani Satria Pertiwi Batuampar 24.     Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali25.     Yayasan Manikaya Kauci
7 Nusa Tenggara Timur (NTT) 26.     Perkumpulan Bantuan Hukum Nusa Tenggara (PBH NUSRA)27.     SUNSPIRIT, For Justice and Peace28.     Wahana Tani Mandiri29.     Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Timor
8 Nusa Tenggara Barat (NTB) 25.     Forum Komunikasi Petani Dompu 30.     Lembaga Studi Bantuan Hukum (LSBH)-NTB31.     Perkumpulan Koslata
9 Jawa Barat 26.     Paguyuban Petani Cianjur (PPC)27.     SPP Garut28.     SPP Tasikmalaya29.     SPP Ciamis

30.     Forum Aspirasi Rakyat dan Mahasiswa Ciamis (FARMACI)

31.     Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Garut (FPPMG)

32.     Serikat Petani Karawang (SEPETAK)

33.     Forum Pemuda dan Mahasiswa untuk Rakyat Tasikmalaya (FPMR)

34.     Serikat Tani Kerakyatan Sumedang (STKS)

35.     Serikat Tani Indramayu (STI)

36.     Front Kebangkitan Petani Nelayan-Serang

37.     Serikat Petani Badega (SPB)

38.     Serikat Petani Majalengka (SPM)

39.     SPP Pangandaran

32.     Rimbawan Muda Indonesia (RMI)33.     AKATIGA-Bandung34.     Yapemas35.     YLBH Cianjur

36.     Sayogyo Institute

37.     Lembaga Bantuan Hukum (LBH) SPP

38.     LBH Bandung

10 Banten 40.     Jaringan Kerja Tani (Jaka Tani)41.     Pergerakan Petani Banten ( P2B) 39.     Perhimpunan Hanjuang Mahardika Nusantara (PHMN)
11 Jakarta 42.     Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI)43.     Serikat Nelayan Indonesia (SNI)44.     Sarekat Pengorganisasian Rakyat (SPR) 40.     Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)41.     Yayasan Bina Desa Sadajiwa42.     Solidaritas Perempuan43.     Solidaritas Perempuan Jabotabek
12 Yogyakarta 45.     Rukun Tani Indonesia 44.     LBH Yogyakarta
13 Jawa Timur 46.     Serikat Tani Independen (SEKTI)47.     Payuguban Petani Aryo Blitar (PPAB)48.     Forum Komunikasi Petani Malang Selatan (Forkotmas)49.     Forum Perjuangan Rakyat (FPR)

50.     Serikat Petani Lumajang (SPL)

51.     Serikat Petani Tulungagung (SPT)

52.     Serikat Rakyat Kediri Berdaulat (SRKB)

53.     Serikat Petani Gunung Biru (SPGB)

45.     Perkumpulan Alha-raka46.     LSDP (Lembaga Studi Desa untuk Petani) SD INPERS47.     Kelompok Kajian dan Pengembangan Masyarakat (KKPM)48.     Yayasan Cakrawala Timur

49.     Sitas Desa

50.     Kelompok Kajian dan Advokasi TANTULAR

14 Jawa Tengah 54.     Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT)55.     Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB)56.     Serikat Tani Amanat Penderitaan Rakyat (STAN AMPERA)57.     Organisasi Tani Jawa Tengah (ORTAJA)

58.     Pengurus Pusat Serikat Tani Merdeka (PP. SeTAM)

59.     Forum Pejuang Petani Kendal (FPPK)

60.     Lidah Tani

61.     Serikat Tani Independen Pemalang (STIP)

62.     Omah Tani

63.     Serikat Tani Mandiri (SETAM)

64.     Himpunan Tani Masyarakat Banjarnegara (HITAMBARA)

65.     Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Sambirejo (FPKKS)

 

51.     LBH Semarang52.     Perkumpulan Lestari Mandiri (LESMAN)53.     Yayasan Trukajaya Salatiga54.     LPH YAPHI
15 Sumatera Utara 66.     Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Sumut67.     Tim Penyelamat Pembangunan Tanah Adat Luat Huristak (TPPT-LH)68.     Amanat Penderitaan Rakyat Tapsel (Ampera)69.     Serikat Rakyat Binjai-Langkat

70.     Forum Tani Sejahtera Indonesia (FUTASI)

71.     Serikat Petani Serdang Bedagai (SPSB)

72.     Persatuan Petani Siantar Simalungun (PPSS)

73.     Serikat Nelayan Merdeka (SNM)

74.     Forum Masyarakat Labuhanbatu (Formal)

 

55.     Yayasan BITRA Indonesia56.     Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM)
16 Sumatera Selatan 75.     Serikat Petani Sriwijaya (SPS) 57.     LBH Palembang58.     Walhi Sumsel59.     Perkumpulan Tanah Air (PETA)
17 Lampung 76.     Gerakan Rakyat Indonesia (GRI) 60.     Yabima61.     Kantor Bantuan Hukum (KBH) Lampung
18 Riau  
19 Jambi 77.     Persatuan Petani Jambi78.     Serikat Tani Tebo (STT)79.     Serikat Petani Batanghari (SPB)  
20 Bengkulu 80.     Serikat Petani Bengkulu (StaB)81.     Serikat Nelayan Bengkulu (SneB) 62.     Perkumpulan KBHB
21 Aceh 82.     Persatuan Masyarakat Tani Aceh (Permata) 63.     LBH Banda Aceh64.     Forum LSM Aceh65.     Yayasan Rumpun Bambu Indonesia (YRBI)66.     Yayasan Pijar Kawasan (YPK)
22 Kalimantan Barat 83.     Perkumpulan Petani Kelapa Sawit 67.     Institut Dayakologi68.     ELPAGAR (Lembaga Pemberdayaan Pergerakan Rakyat)
23 Kalimantan Selatan 84.     Perkumpulan Nelayan Saijaan (INSAN Kotabaru)85.     Pembela  Masyarakat dan Hukum Adat Dayak (PEMHADA)
Total 85 Organisasi Rakyat 68 NGOs/LSM
153 Organisasi Anggota

14 thoughts on “Profil Konsorsium Pembaruan Agraria

  1. Bagaimana caranya menjadi anggota atau sbagai pemohon peminjam dananya? Trimakasih

    1. Salam,

      Kami menerima maksud baik saudara untuk menjadi salah satu anggota KPA. untuk lebih jelasnya anda bisa menghubungi kontak kami yang tertera di atas.

      Terima kasih

  2. Kepada yang terhormat
    Sekjen KPA
    Di Jakarta

    kami minta petunjuk untuk bisa membentuk wilayah KPA di Prov.Maluku Utara, caranya bagaimana mohon di bimbing.

    salam

  3. KPA Yth,
    Kami dari masyarakat kuansing Riau sedang mengalami musibah yaitu lahan perkebunan kami di musnahkan oleh PT RAPP, terjadi sejak pertengahan januari 2016 ini, lahan tersebut sudah kami tempati berpariasi, th 1999, 2001, 2002, 2008, 2010, 2012, 2014 luasnya mencapai 500 Ha, izin kamipun bervariasi dari penghulu adat diketahui kepala desa sampai ada yang sudah SKT dari Camat, sepengetahuan kami ada peta dari kehutanan tentang izi HTI RAPP bulan maret 2014, mohon pencerahan dan no mana bisa kami konsultasi langsung, trims

  4. Selamat siang KPA. Saya dan teman-teman mahasiswa semester IV Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta berencana mengadakan wawancara tentang masalah pertanahan di Indonesia sebagai bagian dari tugas kuliah. Kami mohon informasi mengenai prosedur yang harus kami ikuti agar mahasiswa dapat melakukan wawancara terkait topik permasalahan pertanahan?

  5. terima kasih untuk KPA atas pembelajaran yg sudah di berikan kepada para pemuda khusus nya di desa tanjung makmur merlung jambi. buat bung ubed selalu tersenyum bung. buat bung yahya 2 jempol deh saya kasih trus buat acik tepuk tangan dari pemuda tanjung makmur. semangat KPA perjuangkan trus apa yg semestinya di perjuangkan.

  6. Yth. KPA
    Bagaimanah cara mengajukan permohonan bantuan untuk penanganan masalah tanah bersengketa? terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *