WhatsApp Image 2017-05-11 at 2.26.54 PM

Siaran Pers: Tolak Eksploitasi Panas Bumi di Gunung Lawu

Magetan (kpa.or.id) – Pada bulan Maret 2016, PT. Pertamina Geothermal Energy berhasil memenangkan lelang pengelolaan wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Lawu senilai 165 mega watt (MW). WKP Gunung Lawu ditargetkan beroperasi pada 2022. Sesuai dengan pengumuman lelang, WKP Gunung Lawu memiliki luas 60.030 hektar. Cadangan terduga uap panas bumi di wilayah ini tercatat sebesar 195 MW.

Luasan lahan yang akan dijadikan WKP mencakup kawasan konservasi Gunung Lawu. Lahan tersebut merupakan lahan vital bagi masyarakat Gunung Lawu. Karena dari lahan inilah sumber kehidupan dan penghidupan masyarakat berasal. Dalam hal ini, selain untuk melindungi kekayaan dan keseimbangan ekosistem esensial berkelanjutan, fungsi pencegah kerusakan alami (erosi, hutan gundul, dll) serta banyaknya jumlah sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat dan lahan pertanian menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Selain menjadi pusat kegiatan spiritual di Jawa, Gunung Lawu merupakan salah satu gunung yang menyimpan kekayaan situs sejarah dan kekayaan kosmologis. Potensi energi panas bumi yang besar memang patut disyukuri, namun kenyataannya pembangunan dalam rangka eksplorasi, eksploitasi dan pemanfaatan energi panas bumi dapat mengganggu aspek keseimbangan ekosistem, aspek kosmologi, aspek budaya, aspek sejarak, aspek ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Kasus dampak pembangunan PLTP Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur dapat dijadikan sebagai contoh. PLTP Mataloko yang dibangun sejak tahun 1997 telah mengakibatkan berbagai dampak seperti berkurangnya sumber mata air, kerusakan lahan pertanian, pendapatan petani menurun karena turunnya hasil panen, sampai meningkatnya penyakit ISPA dan kulit yang dialami oleh masyarakat.

Atas dasar itulah, masyarakat di sekitar Gunung Lawu yang tergabung dalam Gerakan Lawu Raya (GELAR) bersama KPA Jawa Tengah dan KPA Jawa Timur menolak secara tegas eksploitasi panas bumi di Gunung Lawu oleh PT. Pertamina Geothermal Energy. KPA Jawa Tengah, KPA Jawa Timur, dan GELAR menuntut kepada pemerintah untuk tetap menjaga fungsi konservasi Gunung Lawu, membatalkan proyek PT. Pertamina Geothermal Energy di Gunung Lawu dan mencabut segala perizinan yang berkaitan dengan eksploitasi Gunung Lawu.

 

Magetan, 10 Mei 2017

 

Hormat kami,

Gerakan Lawu Raya (GELAR)

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Jawa Tengah

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *