Peringatan Hari HAM di Sambirejo

Lima Puluh Dua Tahun Perjuangan Hak Atas Tanah Di Sambirejo (1965-2017)

Pernyataan Sikap Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Sambirejo (FPKKS) Memperingati Hari HAM dan 52 Tahun Perjuangan Hak Atas Tanah di Sambirejo

Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Sambirejo (FPKKS) merupakan organisasi rakyat yang salah satu perjuangannya adalah untuk meminta kembali tanah-tanah masyarakat yang luasannya sekira 500 Hektare di kecamatan Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah yang dijadikan HGU oleh pemerintah secara sepihak yang diberikan kepada PTPN IX, padahal tanah-tanah tersebut adalah milik masyarakat dan diakui oleh pemerintah berdasarkan SK Kepala Inspeksi Agraria Jawa Tengah pada 4 Januari 1964 dan kemudian telah dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat Sambirejo untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari.

Awal mula perampasan tanah tersebut adalah berawal dari perluasan lahan HGU, pasca september 1965 pemerintah mencaplok dan menjadikan tanah yang telah dimiliki dan dimanfaatkan oleh masyarakat tersebut menjadi lahan HGU yang diberikan kepada PTPN IX sehingga menjadikan masyarakat resah dan merasa ketakutan karena tanah miliknya yang selama ini mejadi sumber penggantungan hidup akan hilang begitu saja. Dari sini kemudian masyarakat tidak terima akan tindakan pemerintah dan PTPN IX yang mencaplok tanah mereka secara semena-mena sehingga kemudian mengharuskan masyarakat untuk berjuang mengambilnya kembali.

Dalam perjalanan perjuangan FPKKS untuk mendapatkan tanahnya kembali banyak halangan dan rintangan yang dialami. Pada 3 Desember 2000 beberapa anggota FPKKS yaitu Sunarji, Suyatno, Harto dan 10 orang lainnya ditangkap oleh Polres Sragen karena melakukan suatu pembabatan lahan mereka sendiri. Kemudian pada 22 Maret 2014 Sunarji kembali ditahan bersama beberapa anggota FPKKS yang lain yaitu Sarjimin dan Suparno atas laporan dari PTPN IX yang dirasa sangat tidak jelas apa yang menjadi kesalahan dari ketiganya tersebut.

Tak hanya itu beberapa aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) yaitu Sofyan Ubaidi Anom, Sularno, dan Sugiyo sebagai salah satu elemen yang fokus dalam kegiatan reforma agraria juga ditangkap oleh Polsek Sambirejo pada 28 Mei 2016 padahal pada saat itu mereka hanya memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat Sambirejo soal reforma agraria. Kemudian terakhir pada 6 oktober 2017 Sunarji selaku pimpinan FPKKS kembali di panggil oleh Polsek Sambirejo dengan tuduhan telah menduduki lahan perkebunan PTPN IX, padahal jika melihat HGU PTPN IX telah habis pada Desember 2006.

Waktu 52 tahun adalah waktu yang lebih dari cukup bagi FPKKS untuk merasakan arti kepedihan atas perjuangan melawan perampasan tanah tersebut. Tidak hanya kesengsaraan yang telah disampaikan di atas, dalam perjuangannya itu para anggota FPKKS yang keseluruhan adalah seorang petani malah dituduh sebagai PKI di stigma sebagai seorang penjahat, perusuh, dan sepaket sematan buruk tanpa ada ruang untuk membela bahkan sekadar menjelaskan diri.

Oleh karena itu, sehubungan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia se-Dunia yang diadakan oleh FPKKS pada tanggal 11 Desember 2017 di Sambirejo, FPKKS meminta kepada seluruh pihak, khususnya kepada Negara untuk:

  1. Mendesak Presiden Jokowi untuk menyegerakan redistribusi tanah sebagaimana amanat program Reforma Agraria yang terkandung dalam Nawacita dengan objek tanah masyarakat Sambirejo yang dijadikan HGU PT.PN IX;
  2. Menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak para petani yang tergabung dalam FPKKS untuk mendapatkan tanahnya kembali;
  3. Mendesak Kementrian BUMN untuk segera melepas sebagian aset berupa tanah dengan Hak Guna Usaha PT.PN IX yang berada diwilayah Sambirejo;
  4. Mendesak Kementerian Keuangan untuk turut dalam pelepasan sebagian aset Kementerian BUMN berupa HGU yang diperuntukkan kepada PT.PN IX di Sambirejo;
  5. Meminta PT.PN IX untuk menghentikan aktivitas perkebunan di sebagian tanah yang dimaksud di atas;
  6. Meminta Kepolisan Republik Indonesia untuk menghentikan segala upaya kriminalisasi terhadap semua anggota FPKKS dan para petani lainnya di Sambirejo yang sedang berjuang untuk mendapatkan tanahnya kembali;
  7. Meminta semua pihak untuk mendukung perjuangan FPKKS mendapatkan lahannya kembali;

Demikian siaran pers ini kami buat, terimakasih.

Sragen, 10 Desember 2017

Salam Perjuangan.

 

 Narahubung:

  1. Mbah Narji (081 329 385 276)
  2. Lek Por (081 210 433 165)
  3. Mas Epri (087 838 885 835)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *