WhatsApp Image 2017-06-15 at 4.43.25 PM

Kondisi Nelayan Majakerta yang Rentan Pasca Berdirinya PT. Pertamina

Indramayu (kpa.or.id) – Desa Majakerta yang terletak di Kecamatan Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Dalam sejarahnya memiliki potensi baik dalam bidang pengelolaan hasil tambak dan laut.

Namun kondisi tersebut perlahan berubah sejak PT Pertamina mulai aktif beroperasi di tahun 1995.

Pertamina RU VI Balongan Indramayu sebagai perusahaan pengolah minyak mentah telah turut berkontribusi atas kerusakan lahan dan penyakit yang menimpa masyakarat setempat atas limbah yang selama ini dihasilkan.

Hal tersebut disoroti oleh Kepala Departemen Penguatan Organisasi Rakyat KPA, Syamsudin pasca kunjungannya bersama Peio setelah ke Desa Majakerta menemui warga dan perwakilan Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Senin (5/6).

Berdasarkan laporannya, Pertamina melakukan pembebasan lahan sejak 1991 yang mengakibatkan tergusurnya beberapa desa. Tidak hanya itu, operasi perusahaan juga telah membuat warga di 8 kecamatan terdampak polusi air, udara dan tanah.

“Dulu masyarakat bisa budidaya udang di tambak, sekarang tidak lagi karena air lautnya telah tercemar limbah pabrik Pertamina”. Terang Syamsudin.

Selain itu dikatakan bahwa sejak tahun 1990-an, anak-anak disana sering terjangkit penyakit seperti asma, akibat tercemarnya polusi udara. Sementara pohon kelapa di lahan setempat juga banyak yang mati.

Pihak Pertamina sendiri, pasca adanya protes dari masyarakat beberapa tahun lalu hanya merespon dengan memberikan susu formula dan sejumlah vitamin tiap bulan kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Syamsudin, hal tersebut bukanlah solusi terbaik karena tidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan menjawab persoalan lingkungan di Desa Majakerta karena sifatnya yang bukan jangka panjang.

“Mestinya Pertamina juga melakukan upaya preventif dengan membuat sistem pembuangan limbah yang baik sehingga tidak mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat setempat,” tutupnya.

Dirinya juga berharap agar Pertamina bisa memberikan tanggung jawab yang lebih seperti modal usaha bagi masyarakat. Karena sejatinya, dampak yang dialami warga selama ini tidak hanya mencakup aspek kesehatan, melainkan juga berdampak buruk pada kegiatan ekonomi masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya mayoritas berprofesi nelayan dan petani, sebagian kini telah berubah menjadi buruh pabrik. (AL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *