You are here:
Artikel
DocumentsDate added
Oleh:
Endriatmo Soetarto & Moh. Shohibuddin
Reforma Agraria Sebagai Cita-cita Kemerdekaan
Ketika bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya dari kungkungan kolonialisme, salah satu alasan pokok yang mendasari kesadaran nasionalisme itu adalah perasaan ketidakadilan atas kondisi ketimpangan agraria di tanah air pada saat itu. Ketimpangan struktural di bidang agraria ini lahir akibat penguasaan sumber-sumber agraria di tanah air oleh kekuatan modal asing maupun tuan tanah feodal yang menyebabkan rakyat kebanyakan menjadi kaum tani tak bertanah. Dihadapkan pada permasalahan mendasar ini, maka wajarlah apabila kemerdekaan yang dicita-citakan saat itu salah satunya bermakna kemerdekaan bangsa Indonesia dari beban struktur agraria warisan kolonial yang timpang dan menindas ini.
Endriatmo Soetarto & Moh. Shohibuddin
Reforma Agraria Sebagai Cita-cita Kemerdekaan
Ketika bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya dari kungkungan kolonialisme, salah satu alasan pokok yang mendasari kesadaran nasionalisme itu adalah perasaan ketidakadilan atas kondisi ketimpangan agraria di tanah air pada saat itu. Ketimpangan struktural di bidang agraria ini lahir akibat penguasaan sumber-sumber agraria di tanah air oleh kekuatan modal asing maupun tuan tanah feodal yang menyebabkan rakyat kebanyakan menjadi kaum tani tak bertanah. Dihadapkan pada permasalahan mendasar ini, maka wajarlah apabila kemerdekaan yang dicita-citakan saat itu salah satunya bermakna kemerdekaan bangsa Indonesia dari beban struktur agraria warisan kolonial yang timpang dan menindas ini.
Oleh : Tim KPA
1.Sekilas Brasil
Republik Federasi Brasil dengan Ibukota Brasilia memiliki penduduk 187,6 juta jiwa (sensus tahun 2005). Negeri yang pernah dijajah Portugis ini sebelah Utara berbatasan dengan Venezuela, Guyana Inggris, Suriname, Guyana Perancis dan Samudra Atlantik. Sebelah Selatan berbatasan dengan Uruguay, serta sebelah Barat dengan Argentina, Paraguay, Bolivia dan Peru.
Noer Fauzi dan Kim Malone
Majalah Tempo Edisi 10 September 2006, melansir publikasi khusus untuk menyambut kedatangan Hernando de Soto, pakar pembangunan dari Peru. De Soto datang ke Indonesia pada September itu atas sponsor Bank Danamon. Laporan yang dibuat bekerjasama dengan Bank Danamon, menghabiskan enam halaman (halaman 75 – 81). Termasuk dua halaman tulisan Joyo Winoto, Kepala Badan Pertanahan Nasional.
Majalah Tempo Edisi 10 September 2006, melansir publikasi khusus untuk menyambut kedatangan Hernando de Soto, pakar pembangunan dari Peru. De Soto datang ke Indonesia pada September itu atas sponsor Bank Danamon. Laporan yang dibuat bekerjasama dengan Bank Danamon, menghabiskan enam halaman (halaman 75 – 81). Termasuk dua halaman tulisan Joyo Winoto, Kepala Badan Pertanahan Nasional.
Oleh :
Moh. Shohibuddin
Keprihatinan mengenai konversi lahan pertanian secara besar-besaran kembali disuarakan. Tak kurang, Presiden SBY juga menyatakan keprihatinan ini, khususnya terkait dengan dampaknya pada ketahanan pangan nasional. Dengan penduduk lebih dari 215 juta jiwa, Indonesia saat ini membutuhkan bahan pangan pokok sekurang-kurangnya 53 juta ton beras, 12,5 juta ton jagung dan 3,0 juta ton kedelai. Ketersediaan bahan pangan pokok ini sekarang sudah di ambang krisis. Di satu sisi, tingkat produktivitas sudah sampai pada taraf stagnan dan bahkan menurun. Di sisi lain, luas areal pertanian pangan terus mengalami penurunan.
Moh. Shohibuddin
Keprihatinan mengenai konversi lahan pertanian secara besar-besaran kembali disuarakan. Tak kurang, Presiden SBY juga menyatakan keprihatinan ini, khususnya terkait dengan dampaknya pada ketahanan pangan nasional. Dengan penduduk lebih dari 215 juta jiwa, Indonesia saat ini membutuhkan bahan pangan pokok sekurang-kurangnya 53 juta ton beras, 12,5 juta ton jagung dan 3,0 juta ton kedelai. Ketersediaan bahan pangan pokok ini sekarang sudah di ambang krisis. Di satu sisi, tingkat produktivitas sudah sampai pada taraf stagnan dan bahkan menurun. Di sisi lain, luas areal pertanian pangan terus mengalami penurunan.

| Hari Ini | 189 |
| Kemarin | 256 |
| Seminggu | 1523 |
| Sebulan | 3283 |
| Total | 294454 |














