You are here:  
Penangkapan Petani Banggai dan Koordinator Front Rakyat Advokasi Sawit Sulawesi Tengah
 
Active Image

Tanggal 17 Mei 2010 ± 350 orang aparat militer (TNI) yang berasal dari KODIM 1308/Banggai dengan bersenjata lengkap mendatangi lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT. Berkat Hutan Pusaka (BHP) dengan alasan untuk melakukan latihan perang di areal tersebut.

 

Aparat TNI langsung menyisir seluruh lokasi tersebut, mengusir para penambang dan petani yang berada dilokasi HTI tanpa menghiraukan protes petani. Kedatangan aparat TNI ini juga didukung alat berat (dozer) milik PT. Kurnia Luwuk Sejati (PT KLS) dan langsung melakukan penggusuran jalan-jalan petani, akibatnya jalan petani menuju areal perkebunan rakyat dan persawahan tertutup.

 

Sebelumnya pada tanggal 12 Mei 2010 ± 150 orang petani mendatangi tentara dan melakuan protes terhadap keberadaan mereka di lokasi HTI.

 

Pada tanggal 19 Mei 2010, Eva Susanti Koordinator FRAS (Front Rakyat Advokasi Sawit) bersama dengan Kepala Kantor Perwakilan KOMNASHAM, serta perwakilan petani menemui Komandan KOREM 132 Tadulako untuk memprotes keberadaan aparat TNI diareal HTI.

Pada tanggal 21 Mei 2010, skitar 50 orang massa mahasiswa dari beberapa kampus di kota Luwuk yang tergabung dalam Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI) Kabupaten Banggai melakukan aksi protes ke kantor DPR Banggai untuk mempertanyakan sekaligus memprotes keberada TNI di areal HTI.

 

Dalam pertemuan tersebut, DANREM 132 Tadulako membenarkan bahwa ada latihan perang di areal tersebut, namun DANREM tidak membenarkan ada aparat TNI melakukan backup terhadap aktifitas perusahaan, dan DANREM menjanjikan akan segera menghubungi DANDIM 1308 terkait keberadaan aparat TNI di areal HTI.  Pada tanggal 22 Mei 2010 keseluruhan aparat TNI ditarik dari areal HTI.

 

Pada tanggal 26 Mei 2010 skitar puku 09.00 Wita massa petani yang berasal dari 5 desa (Singkoyo, Moilong, Piondo, Bukit Jaya) Kecamatan Toili, dan desa Mekarsari Kecamatan Toili Barat, berkumpul di desa Piondo untuk kembali melakukan aksi tekanan terhadap pihak perusahaan agar segera membuka jalur transportasi petani menuju kebun dan sawah petani.

 

Pada jam 12.00 massa aksi petani yang berjumlah ± 250 orang secara spontan melempari kantor HTI kemudian membakar 1 unit bulldozer, 1 unit eskavator, serta membakar camp divisi 3 milik PT. BHP. Tindakan massa petani tersebut berakhir pada jam 13.30.

 

Pada pukul 17.20 Wita, puluhan orang polisi yang berasal dari Polsek Toili dan Polres Banggai yang dipimpin Kasat Intel Polres Banggai mendatangi Sekretariat Persatuan Petani Singkoyo (PEPSI) dengan maksud akan menangkap Koord. Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Eva Susanti dan Ketua PEPSI Nasrun Mbau, terkait aksi pembakaran alat berat (doser dan eksavator masing-masing 1 unit) dan camp divisi 3 milik perusahaan.

 

Pada jam 20.20 Eva Susanti dan Nasrun Mbau ditahan di kantor Polsek Toili, sebagai buntut dari aksi pembakaran alat berat dan camp PT. KLS siang tadi (13.00). Sebagai respon dari penangkapan terhadap 2 aktifis tersebut ± 500 orang massa petani dari beberapa desa di Kec. Toili Kabupaten Banggai (Desa Tou, Moilong, Singkoyo, Piondo, Bukit Jaya, Mekar Sari) mendatangi Polsek Toili.

 

Pada jam 21.00 ada mobilisasi 1 truk massa perusahaan dengan senjata tajam (parang) mendatangi Polsek Toili dan langsung mengejar massa petani. Karena situasi yang memanas dan hampir tidak bisa dikendalikan oleh polsek, maka pada jam 21.20 Eva dan Nasrun Mbau ditambah dengan M. Arif (salah satu petani yang juga terlibat pada aksi pembakaran alat berat perusahaan) langsung dipindahkan ke Polres Banggai yang berjarak skitar 70 Km dari Kec. Toili. Pemindahan 3 aktifis tani ini menurut Kapolres Banggai tidak dalam status ditahan atau ditangkap, tapi dalam kerangka mengamankan ke tiganya dari amukan massa perusahaan.

 

Pada Kamis, 27 Mei 2010 jam 01.00, Eva dan dua petani lainnya dibebaskan oleh Polres Banggai dan oleh kawan-kawan di Luwuk (YMP, LBH Luwuk) diamankan dikantor YMP. Sebelum dibebaskan, Kapolres meminta kepada Eva melalui advokat pendamping agar Eva kembali ke Mapolres pada jam 10.00 WITA.

 

Pada tanggal 27 Mei 2010, jam 10.30 Eva bersama dengan dua petani didampingi oleh seorang advokat dan seorang perwakilan LBH Luwuk mendatangi Polres Banggai, pada jam 16.00 Polres mengeluarkan surat penangkapan terhadap Eva dan dua orang petani lainnya dan langsung diperiksa (penyidikan), setelah itu pihak penyidik Polres langsung menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

 

Pada jam 11.00 Korlap aksi Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI) Banggai pada tanggal 21 Mei 2010, Gunawan (mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk) dijemput oleh satu orang aparat TNI dari KODIM 1308 atas nama Nofredi (pangkat belum diketahui) dengan alasan bahwa Komandan KODIM (DANDIM) meminta untuk silaturahmi dan berdiskusi terkait aksi yang dilakukan oleh FORI.

 

Ketika tiba di KODIM Gunawan justru diintimidasi oleh 17 orang aparat TNI termasuk DANDIM, gunawan juga dimaki dengan kata yang tidak etis (anjing, babi). Setelah diintrogasi ± 1 jam kemudian Gunawan dikeluarkan, namun sebelum dikeluarkan DANDIM meminta agar Gunawan dapat menghadirkan peserta aksi pada tanggal 21 Mei 2010, jika tidak maka pihak TNI akan mencari dan menangkap semua orang yang terlibat dalam aksi yang dimaksud.

 

Untuk diketahui aksi FORI Banggai pada tanggal 21 Mei 2010 memprotes keberadaan 350 orang aparat TNI diareal HTI yang menjadi obyek sengketa antara PT. BHP dengan petani di desa Piondo dan Bukit Jaya Kecamatan Toili dan beberapa desa lainnya di kecamatan Toili Barat dan menuntut penarikan TNI dari wilayah itu.***

 

[Sumber: FRAS Sulawesi Tengah/WALHI Sulteng]

   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

Sudahi Politisasi Petani
Usep Setiawan* Riak-riak tak sedap mencuat dalam Musyawarah Nasional VII Himpunan Keruku...
“Quo Vadis” Peran Keagrariaan Perguruan Tinggi?
Sinar Harapan Sabtu, 19 Juni 2010 Oleh: Usep Setiawan*   Salah satu kekuatan ...
Mencegah Diskriminasi Petani di Ladang Pangan
Oleh: Usep Setiawan Dalam beberapa hari ini, Kementerian Pertanian membuat heboh. ...
Refleksi Hari Pertanian Internasional: Kiat Mengakhiri Kontroversi “Food Estate”
  Oleh: Usep Setiawan Dunia pertanian, ag­raria, dan ling­kungan di dunia kini seda...
Agar Ketahanan Pangan Berbasis Rakyat
(Catatan Proses dan Hasil Dialog Pokjasus PKPM dengan Menteri Pertanian RI) Disusun Oleh: Tim P...
Food Estate; Imperealisme Agrobisnis
Swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas kabinet pembangunan  jilid-II. Tak tangg...
Regulasi Baru Tanah Telantar
Oleh: Usep Setiawan Sinar Harapan: Rabu, 10 Maret 2010 13:59 Ada kabar baik yang tak tersiarkan s...
Resolusi Munas V KPA
Resolusi Musyawarah Nasional V Konsorsium Pembaruan Agraria: ”Pembaruan Agraria adalah Jalan Menuju Keadilan dan Kemakmuran”  Dunia pada saat sekarang tengah menghadapi krisis pangan, energi dan lingkungan yang sangat hebat. Ratusan juta orang diberbagai negara sudah mengalami kelaparan dan ke depan lebih terancam lagi oleh ketiadaan pangan karena monopoli penguasaan tanah dan pangan. Krisis di tiga lapangan ini semakin bertambah dalam akibat pukulan krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat sebagai induk dari imperialisme yang pada akhirnya secara beruntun gelombangnya menerpa n...
Siaran Pers Barsama WALHI, ICW, Kontras, KPA, JKPP, AGRA, ICEL, SPI, KIARA
Protes Atas Kegagalan Pemerintah Dalam Menciptakan rasa Aman Dalam Sistem DemokrasiBelum hilang dari ingatan, tentang tindakan keji Kepolisian di Riau saat peristiwa penembakan warga Kuan...
Siaran Pers KPA : Segera Jalankan PP Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar
Tanah Terlantar Untuk Rakyat Miskin PP No.11/2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar yang telah ditetapkan pemerintah belum dijalankan namun telah mendapat penolakan ke...
Siaran Pers Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Nomor 019/Press Release-KPA/V/2010
Pernyataan Sikap KPA Atas Penangkapan Aktivis oleh Polisi dan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. Arga Morini Indah (AMI)  di Kec. Telaga Raya, Kab. Buton, Sulawesi TenggaraTambang ad...
Pernyataan Sikap Koalisi Rakyat Bubarkan Perhutani
Kecaman Atas Tudingan Perambah dan Perusak Hutan oleh Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Terhadap Serikat Petani Pasundan (SPP)   Kami Perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil ya...
Siaran Pers Nomor 018/Press Release-KPA/IV/2010
Sikap KPA atas Rencana Menteri Pertanian Mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang Pedoman Perizinan Usaha Budidaya Tanaman Pangan ...
Pemerintah ajukan RUU Pembebasan Tanah
Jumat, 20 Agustus 2010 JAKARTA. Lambatnya pembebasan tanah selalu menjadi ganjalan untuk memulai proyek infrastruktur pemerintah. Walhasil, sejumlah proyek pun terpaksa mangkrak dan...
Polisi Bantah Tembak Dua Warga Jambi
JAMBI, KOMPAS.com — Dua warga Desa Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, tertembak peluru karet yang diduga dilakukan oleh aparat Kepolisian Resor Tanjung Jabun...
Komnas HAM Didesak Awasi Penangkapan Massal di Buton
Laporan Tribunnews.com, Willy WidiantoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terdiri dari Walhi, Kontras, LMND, Konsorsium Pembaruan Agraria dan Sarekat Hijau Indone...
Pemerintah Dinilai Gagal Perbaiki Nasib Petani
Penulis : Priyasma Alexander BANDUNG--MI: Ribuan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) mencemooh kinerja pemerintahan pacareformasi yang dinilai tidak mampu memperbaiki keseja...
Serikat Petani Pasundan Tuntut Kadishut Jabar Mundur
Kamis, 20 Mei 2010 10:47 WIB  BANDUNG--MI: Ribuan orang dari Garut, Ciamis, Bandung, dan Sumedang yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar K...
share on facebook 
Hari Ini185
Kemarin256
Seminggu1519
Sebulan3279
Total294450

Sumatra Selatan

Pekerja PTVN VII Dipersenjatai Kayu
BANYUASIN-Aksi demontrasi yang dilak...

Sumatra Utara

Tindakan Arogan PTPN II; Kesaksian Petani BPRPI
Nukman Hakim Lubis (45) pengelola la...
Pernyataan Sikap
“Masyarakat Pergulaan Menolak ...

Bengkulu

23.810 Persil Sertifikat Tanah Dibagikan
Sebanyak 23.810 persil sertifikat ta...
Revitalisasi Perkebunan Segera Dilaksanakan
Program revitalisasi perkebunan yang...

Jawa Tengah

Sengketa tanah GG di Wonosobo
Salah satu kasus sengketa tenurial d...
Tak Cukup Hanya dengan Tanah
Luas Jawa Tengah yang mencapai 3,2 j...

Jawa Timur

BPN Pusat Kaji Pengajuan PK
KEDIRI - Ribuan warga tiga desa, Sem...
Tak Patah Arang FPR Pacet Terus Berjuang
Perjuangan merebut hak atas tanah ol...

Sulawesi Selatan

Eksekusi Berakhir Bentrok, Polisi Dimolotov
Eksekusi lahan seluas 4.339 meter pe...

Jambi

Sulawesi Tengah

Lampung