You are here:  Home

Dialog Interaktif Suara Pembaruan Agraria, Radio Republik Indonesia

Simaklah dan partisipasilah dalam siaran on air dialog interaktif “Suara Pembaruan Agraria” KPA - RRI dengan T...
Read More...

Tumpang Tindihnya Kebijakan Agraria Nasional

Meskipun UUPA tahun 1960 masih berlaku, dalam kenyataan undang-undang yang dianggap sebagian besar pengamat pro ra...
Read More...

Konsolidasi Ormas Petani untuk Pembaruan Agraria

  Setelah Suharto tidak berkuasa, memang banyak tumbuh organisasi tani dalam sebuah gerakan, namun kondisi gera...
Read More...

RUU Pengadaan Tanah, Bukan Untuk Rakyat Miskin

Laporan; Kent YusriansyahSetelah berhasil menetapkan arah pembangunan dengan National Summit  pada ...
Read More...

SIARAN PERS NO. 018/Press Release-KPA/XII/2009
 

MENGUTUK KERAS PENEMBAKAN OLEH BRIMOBDA POLDA SUMSEL dan PTPN VII KEPADA PETANI OGAN ILIR SUMSEL

Penembakan yang dilakukan oleh Brimobda Sumsel pada Tanggal 4 Desember 2009 di lahan sengketa antara PTPN VII dengan Petani Rengas, telah menimbulkan 12 korban luka tembak. Konflik lahan merupakan wilayah hukum perdata yang tidak bisa diselesaikan melalui cara-cara kekerasan seperti yang ditunjukkan oleh PTPN VII dan Brimobda Sumsel.

Kami juga melihat adanya kebohongan publik yang dilakukan oleh Kabid Humas Polda Sumsel melalui Harian Sumatera Ekspres tgl 5 Des’09 hlm 1, yang mengatakan bahwa penembakan aparat  Brimob merupakan langkah diskresi yang dibenarkan dalam hukum karena keputusan penembakan dilakukan terhadap aksi warga yang anarkis karena merusak dan membakar aset PTPN VII. Kami justru melihat ada indikasi tindakan melawan hukum oleh Brimobda Sumsel dalam tindakan penembakan terhadap Petani tersebut.

Oleh karena itu, Kami menyatakan sikap:

1.     Mengutuk masih digunakannya cara-cara kekerasan dan main hakim sendiri oleh PTPN VII dan Brimobda Sumsel dalam penyelesaian sengketa tanah.

2.     Mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas kasus ini serta memeriksa jajarannya yang terindikasi melanggar etika profesi Polri,

3.     Menuntut Pihak kepolisisan untuk memberikan segala informasi berkenaan dengan perkembangan kasus ini kepada publik.

4.     Mendesak kepada pemerintah untuk meninjau ulang seluruh aktivitas PTPN VII yang masih melakukan cara-cara kekerasan di NKRI.

Oleh karena itu, kami dari Kami dari Konsorsium Pembaruan Agraria, menuntut:

1.     Pemerintah mengembalikan lahan PTPN VII kepada Petani, dan mengambil tindakan tegas kepada PTPN VII.

2.     PTPN VII adalah perusahaan yang memiliki banyak masalah, kami menuntut agar PTPN VII ditinjau ulang dan bahkan segera ditutup.

3.     Pihak kepolisian profesional dan tidak memberikan keistimewaan terhadap pihak PTPN VII  dalam mengungkap kasus ini, dan segera memeriksa Kapolda, Satuan Brimobda Sumsel dan jajarannya agar nama Polri tidak semakin tercemar.

4.     Komnas HAM melakukan pemeriksaan terhadap pihak Kepolisian Daerah Sumsel dan Brimobda Sumsel, karena terindikasi kuat melakukan tindakan melawan hukum dengan melakukan penembakan terhadap Petani Rengas.

Surat Protes ini ditujukan kepada:

1.     Presiden RI

2.     Kapolri

3.     Kementrian Dalam Negeri RI

4.     Kementrian BUMN

5.     Kepala BPN

6.     Komnas HAM RI

7.     Gubernur Sumsel

8.     Pangdam Bukit Barisan

9.     Kapolda Sumsel

10.  Kanwil BPN Sumsel

11.  Bupati OI

12.  Kodim OI

13.  Kapolres OI

 

Jakarta, 7 Desember 2009

Konsorsium Pembaruan Agraria


Idham Arsyad

Sekjend


   

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >

Sudahi Politisasi Petani
Usep Setiawan* Riak-riak tak sedap mencuat dalam Musyawarah Nasional VII Himpunan Keruku...
“Quo Vadis” Peran Keagrariaan Perguruan Tinggi?
Sinar Harapan Sabtu, 19 Juni 2010 Oleh: Usep Setiawan*   Salah satu kekuatan ...
Mencegah Diskriminasi Petani di Ladang Pangan
Oleh: Usep Setiawan Dalam beberapa hari ini, Kementerian Pertanian membuat heboh. ...
Refleksi Hari Pertanian Internasional: Kiat Mengakhiri Kontroversi “Food Estate”
  Oleh: Usep Setiawan Dunia pertanian, ag­raria, dan ling­kungan di dunia kini seda...
Agar Ketahanan Pangan Berbasis Rakyat
(Catatan Proses dan Hasil Dialog Pokjasus PKPM dengan Menteri Pertanian RI) Disusun Oleh: Tim P...
Food Estate; Imperealisme Agrobisnis
Swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas kabinet pembangunan  jilid-II. Tak tangg...
Regulasi Baru Tanah Telantar
Oleh: Usep Setiawan Sinar Harapan: Rabu, 10 Maret 2010 13:59 Ada kabar baik yang tak tersiarkan s...
Resolusi Munas V KPA
Resolusi Musyawarah Nasional V Konsorsium Pembaruan Agraria: ”Pembaruan Agraria adalah Jalan Menuju Keadilan dan Kemakmuran”  Dunia pada saat sekarang tengah menghadapi krisis pangan, energi dan lingkungan yang sangat hebat. Ratusan juta orang diberbagai negara sudah mengalami kelaparan dan ke depan lebih terancam lagi oleh ketiadaan pangan karena monopoli penguasaan tanah dan pangan. Krisis di tiga lapangan ini semakin bertambah dalam akibat pukulan krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat sebagai induk dari imperialisme yang pada akhirnya secara beruntun gelombangnya menerpa n...
Siaran Pers Barsama WALHI, ICW, Kontras, KPA, JKPP, AGRA, ICEL, SPI, KIARA
Protes Atas Kegagalan Pemerintah Dalam Menciptakan rasa Aman Dalam Sistem DemokrasiBelum hilang dari ingatan, tentang tindakan keji Kepolisian di Riau saat peristiwa penembakan warga Kuan...
Siaran Pers KPA : Segera Jalankan PP Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar
Tanah Terlantar Untuk Rakyat Miskin PP No.11/2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar yang telah ditetapkan pemerintah belum dijalankan namun telah mendapat penolakan ke...
Siaran Pers Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Nomor 019/Press Release-KPA/V/2010
Pernyataan Sikap KPA Atas Penangkapan Aktivis oleh Polisi dan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. Arga Morini Indah (AMI)  di Kec. Telaga Raya, Kab. Buton, Sulawesi TenggaraTambang ad...
Pernyataan Sikap Koalisi Rakyat Bubarkan Perhutani
Kecaman Atas Tudingan Perambah dan Perusak Hutan oleh Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Terhadap Serikat Petani Pasundan (SPP)   Kami Perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil ya...
Siaran Pers Nomor 018/Press Release-KPA/IV/2010
Sikap KPA atas Rencana Menteri Pertanian Mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang Pedoman Perizinan Usaha Budidaya Tanaman Pangan ...
Pemerintah ajukan RUU Pembebasan Tanah
Jumat, 20 Agustus 2010 JAKARTA. Lambatnya pembebasan tanah selalu menjadi ganjalan untuk memulai proyek infrastruktur pemerintah. Walhasil, sejumlah proyek pun terpaksa mangkrak dan...
Polisi Bantah Tembak Dua Warga Jambi
JAMBI, KOMPAS.com — Dua warga Desa Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, tertembak peluru karet yang diduga dilakukan oleh aparat Kepolisian Resor Tanjung Jabun...
Komnas HAM Didesak Awasi Penangkapan Massal di Buton
Laporan Tribunnews.com, Willy WidiantoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terdiri dari Walhi, Kontras, LMND, Konsorsium Pembaruan Agraria dan Sarekat Hijau Indone...
Pemerintah Dinilai Gagal Perbaiki Nasib Petani
Penulis : Priyasma Alexander BANDUNG--MI: Ribuan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) mencemooh kinerja pemerintahan pacareformasi yang dinilai tidak mampu memperbaiki keseja...
Serikat Petani Pasundan Tuntut Kadishut Jabar Mundur
Kamis, 20 Mei 2010 10:47 WIB  BANDUNG--MI: Ribuan orang dari Garut, Ciamis, Bandung, dan Sumedang yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar K...
share on facebook 

LOGIN FORM






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Jajak Pendapat

Yakinkah anda, Kesejahteraan Petani Akan Mengalami Kemajuan Dalam 5 Tahun ke Depan?
 

Status Online

Saat ini adai 5 tamu-tamu online
Hari Ini201
Kemarin256
Seminggu1535
Sebulan3295
Total294466

Berita Terkini

Stop
Play
  • Dialog Interaktif Suara Pembaruan Agraria, Radio Republik Indonesia Simaklah dan partisipasilah dalam siaran on air dialog interaktif “Suara Pembaruan Agraria” KPA - RRI dengan Topik “Bercermin dari Kasus Agra...
  • Menuju Konferensi Nasional Reforma Agraria (KNRA) 2009 Tanggal 20-22 Juni 2009 mendatang, sejumlah Organisasi Rakyat dan NGO di Indonesia akan menggelar Konferensi Nasional Reforma Agraria (KNRA) 2009 di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Konferen...
  • Refleksi Gerakan Agraria Jawa Barat KPA News - Jawa Barat merupakan wilayah dengan persoalan agraria yang cukup kompleks. Konflik agraria terus terjadi seiring dengan intensitas pembangunan. Konflik agraria ini merupakan cerminan da...
  • Berita Aksi Petani Jawa Barat, 19 Juni 2007 Aksi 15.000 Petani Menuntut Dilibatkan Dalam Program Pembaruan Agraria Nasional “KITA datang di sini bukan untuk mengumpulkan kemarahan, bukan datang untuk mengumpulkan kebencian, tetapi kita datang untuk menunjukkan bahwa di Jawa Barat ini ma...

Sumatra Selatan

Pekerja PTVN VII Dipersenjatai Kayu
BANYUASIN-Aksi demontrasi yang dilak...

Sumatra Utara

Tindakan Arogan PTPN II; Kesaksian Petani BPRPI
Nukman Hakim Lubis (45) pengelola la...
Pernyataan Sikap
“Masyarakat Pergulaan Menolak ...

Bengkulu

23.810 Persil Sertifikat Tanah Dibagikan
Sebanyak 23.810 persil sertifikat ta...
Revitalisasi Perkebunan Segera Dilaksanakan
Program revitalisasi perkebunan yang...

Jawa Tengah

Sengketa tanah GG di Wonosobo
Salah satu kasus sengketa tenurial d...
Tak Cukup Hanya dengan Tanah
Luas Jawa Tengah yang mencapai 3,2 j...

Jawa Timur

BPN Pusat Kaji Pengajuan PK
KEDIRI - Ribuan warga tiga desa, Sem...
Tak Patah Arang FPR Pacet Terus Berjuang
Perjuangan merebut hak atas tanah ol...

Sulawesi Selatan

Eksekusi Berakhir Bentrok, Polisi Dimolotov
Eksekusi lahan seluas 4.339 meter pe...

Jambi

Sulawesi Tengah

Lampung