Dialog Interaktif Suara Pembaruan Agraria, Radio Republik Indonesia

Simaklah dan partisipasilah dalam siaran on air dialog interaktif “Suara Pembaruan Agraria” KPA - RRI dengan T...
Read More...

Tumpang Tindihnya Kebijakan Agraria Nasional

Meskipun UUPA tahun 1960 masih berlaku, dalam kenyataan undang-undang yang dianggap sebagian besar pengamat pro ra...
Read More...

Konsolidasi Ormas Petani untuk Pembaruan Agraria

  Setelah Suharto tidak berkuasa, memang banyak tumbuh organisasi tani dalam sebuah gerakan, namun kondisi gera...
Read More...

RUU Pengadaan Tanah, Bukan Untuk Rakyat Miskin

Laporan; Kent YusriansyahSetelah berhasil menetapkan arah pembangunan dengan National Summit  pada ...
Read More...

Talkshow KBR 68H: RUU Pengadaan Tanah
Baca lebih lanjut...
 
Active Image

Senin (19/7) Talkshow Klinik Hukum di Kantor Berita Radio 68H (KBR 68H) menghadirkan dua narasumber yakni Iwannurdin Deputi Kajian dan Kampanye dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Teguh Juarno Wakil Ketua Komisi II / Ketua Timja Pertanahan DPR RI.

 

Dalam paparanya Iwannurdin, memberikan catatan penting atas RUU ini yakni; sangat pro investor, mengorbankan rakyat miskin dan petani, proses kebijakanya tidak melibatkan partisipasi dari rakyat, tegasnya.

 

Pemerintah harusnya mengeluarkan UURA (Undang-Undang Reforma Agraria) yang melindungi kepentingan rakyat miskin dan petani, sehingga mampu menjawab problem dilapangan agrraria yang tumpang tindih dan berhias konflik sebagaimana saat ini.


Ormas Petani se-Jawa Timur Tuntut Redistribusi Tanah
Baca lebih lanjut...
 

Kamis, 15 Juli 2010 | 18:38 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri – Sebanyak 19 organisasi massa tani dan lembaga swadaya masyarakat pembela petani se-Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap bersama. Mereka menuntut pengembalian tanah dan mengecam tindak kriminalisasi kepada petani.

 

Sekretaris Jenderal Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHSC) Gunawan mengatakan tindak pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap petani dalam sengketa pertanahan cukup tinggi.

 

Dari 4.000 kasus pelanggaran HAM yang diterima Komnas HAM sejak 2009, sebanyak 62 persen atau 3.000 di antaranya terjadi pada konflik agraria dan lingkungan hidup. “Beberapa aktivis petani ada yang dibunuh,” kata Gunawan kepada Tempo dalam siaran persnya di Sekretariat LSM Alha-Raka Jalan Kapten Tendean Kediri, Kamis (15/7).

 

KPA dan ICW Berperan Dorong Proses Demokratisasi
Baca lebih lanjut...
 
Sample Image

Depok (ANTARA) - Indonesia Corruption Watch dan Konsorsium Pembaruan Agraria memiliki peran penting untuk mendorong proses demokratisasi di Indonesia, kata Doktor Ilmu Politik, Universitas Indonesia Raden Siliwanti.

 

Ia mengatakan di Depok, Kamis, proses demokratisasi dapat terjadi, terutama ketika berelasi dengan negara, dan kedua organisasi tersebut dapat menampilkan karakter masyarakat sipil demokratis.

 

Pandangan Raden Siliwanti tersebut diungkapkan dalam disertasinya yang berjudul Peran dan Kapasitas Masyarakat Sipil dalam Era Konsolidasi Demokrasi di Indonesia Studi Kasus ICW dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

 

Selain itu, lanjut dia, kedua organisasi tersebut dapat berperan menumbuhkan gerakan wacana dan gerakan sosial rakyat walaupun dengan intensitas yang berbeda satu sama lain.

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>

Sudahi Politisasi Petani
Usep Setiawan* Riak-riak tak sedap mencuat dalam Musyawarah Nasional VII Himpunan Keruku...
“Quo Vadis” Peran Keagrariaan Perguruan Tinggi?
Sinar Harapan Sabtu, 19 Juni 2010 Oleh: Usep Setiawan*   Salah satu kekuatan ...
Mencegah Diskriminasi Petani di Ladang Pangan
Oleh: Usep Setiawan Dalam beberapa hari ini, Kementerian Pertanian membuat heboh. ...
Refleksi Hari Pertanian Internasional: Kiat Mengakhiri Kontroversi “Food Estate”
  Oleh: Usep Setiawan Dunia pertanian, ag­raria, dan ling­kungan di dunia kini seda...
Agar Ketahanan Pangan Berbasis Rakyat
(Catatan Proses dan Hasil Dialog Pokjasus PKPM dengan Menteri Pertanian RI) Disusun Oleh: Tim P...
Food Estate; Imperealisme Agrobisnis
Swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas kabinet pembangunan  jilid-II. Tak tangg...
Regulasi Baru Tanah Telantar
Oleh: Usep Setiawan Sinar Harapan: Rabu, 10 Maret 2010 13:59 Ada kabar baik yang tak tersiarkan s...
Resolusi Munas V KPA
Resolusi Musyawarah Nasional V Konsorsium Pembaruan Agraria: ”Pembaruan Agraria adalah Jalan Menuju Keadilan dan Kemakmuran”  Dunia pada saat sekarang tengah menghadapi krisis pangan, energi dan lingkungan yang sangat hebat. Ratusan juta orang diberbagai negara sudah mengalami kelaparan dan ke depan lebih terancam lagi oleh ketiadaan pangan karena monopoli penguasaan tanah dan pangan. Krisis di tiga lapangan ini semakin bertambah dalam akibat pukulan krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat sebagai induk dari imperialisme yang pada akhirnya secara beruntun gelombangnya menerpa n...
Siaran Pers Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Nomor 019/Press Release-KPA/V/2010
Pernyataan Sikap KPA Atas Penangkapan Aktivis oleh Polisi dan Perampasan Tanah Masyarakat oleh PT. Arga Morini Indah (AMI)  di Kec. Telaga Raya, Kab. Buton, Sulawesi TenggaraTambang ad...
Pernyataan Sikap Koalisi Rakyat Bubarkan Perhutani
Kecaman Atas Tudingan Perambah dan Perusak Hutan oleh Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Terhadap Serikat Petani Pasundan (SPP)   Kami Perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil ya...
Siaran Pers Nomor 018/Press Release-KPA/IV/2010
Sikap KPA atas Rencana Menteri Pertanian Mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang Pedoman Perizinan Usaha Budidaya Tanaman Pangan ...
Menolak Rencana Rancangan Peraturan Menteri Kehutanan Tentang Sawit Sebagai Tanaman Hutan
 Seperti telah ramai diberitakan sebelumnya, Menteri Kehutanan saat ini tengah menggodok Rancangan Peraturan Menteri (RPM) yang bakal menetapkan kebun sawit masuk dalam kategori definisi hutan. ...
Gubernur Sumatera Selatan Ingkar Janji Terhadap Petani
Pernyataan Sikap Bersama Serikat Kesejahteraan Petani Sumatera Selatan (SKPSS) Rengas & Sidomulyo, WALHI Sumsel, LBH Palembang, SPI Sumsel, KPA Nasional, LSAD Jakarta) "Pemberian beras misk...
Komnas HAM Didesak Awasi Penangkapan Massal di Buton
Laporan Tribunnews.com, Willy WidiantoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terdiri dari Walhi, Kontras, LMND, Konsorsium Pembaruan Agraria dan Sarekat Hijau Indone...
Pemerintah Dinilai Gagal Perbaiki Nasib Petani
Penulis : Priyasma Alexander BANDUNG--MI: Ribuan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) mencemooh kinerja pemerintahan pacareformasi yang dinilai tidak mampu memperbaiki keseja...
Serikat Petani Pasundan Tuntut Kadishut Jabar Mundur
Kamis, 20 Mei 2010 10:47 WIB  BANDUNG--MI: Ribuan orang dari Garut, Ciamis, Bandung, dan Sumedang yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar K...
Perkebunan Kelapa Sawit akan Masuk Sektor Kehutanan
JAKARTA. Ini bisa menjadi berita bagus bagi para investor perkebunan kelapa sawit. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kehutanan, sedang menyiapkan Peraturan Menteri yang akan memasukkan perkebun...
share on facebook 

LOGIN FORM






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Jajak Pendapat

Yakinkah anda, Kesejahteraan Petani Akan Mengalami Kemajuan Dalam 5 Tahun ke Depan?
 

Status Online

Saat ini adai 1 tamu online
Hari Ini69
Kemarin370
Seminggu1964
Sebulan11998
Total279695

Berita Terkini

Stop
Play
  • Dialog Interaktif Suara Pembaruan Agraria, Radio Republik Indonesia Simaklah dan partisipasilah dalam siaran on air dialog interaktif “Suara Pembaruan Agraria” KPA - RRI dengan Topik “Bercermin dari Kasus Agra...
  • Media Dan Reforma Agraria Bukan mainstream, tidak berkesinambungan dan terkadang tidak konsisten, itulah potret isu reforma agraria dalam pemberitaan dan peliputan media massa. Akhir 2006 sampai tahun 2007, isu reforma agrar...
  • Berita Aksi Petani Jawa Barat, 19 Juni 2007 Aksi 15.000 Petani Menuntut Dilibatkan Dalam Program Pembaruan Agraria Nasional “KITA datang di sini bukan untuk mengumpulkan kemarahan, bukan datang untuk mengumpulkan kebencian, tetapi kita datang untuk menunjukkan bahwa di Jawa Barat ini ma...
  • Konsolidasi Gerakan Reforma Agraria Di Jawa Timur Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN) yang rencananya akan di lounching tahun 2007 lalu sampai saat ini belum terealisasi. Begitu juga gagalnya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Ref...

Sumatra Selatan

Pekerja PTVN VII Dipersenjatai Kayu
BANYUASIN-Aksi demontrasi yang dilak...

Sumatra Utara

Tindakan Arogan PTPN II; Kesaksian Petani BPRPI
Nukman Hakim Lubis (45) pengelola la...
Pernyataan Sikap
“Masyarakat Pergulaan Menolak ...

Bengkulu

23.810 Persil Sertifikat Tanah Dibagikan
Sebanyak 23.810 persil sertifikat ta...
Revitalisasi Perkebunan Segera Dilaksanakan
Program revitalisasi perkebunan yang...

Jawa Tengah

Sengketa tanah GG di Wonosobo
Salah satu kasus sengketa tenurial d...
Tak Cukup Hanya dengan Tanah
Luas Jawa Tengah yang mencapai 3,2 j...

Jawa Timur

BPN Pusat Kaji Pengajuan PK
KEDIRI - Ribuan warga tiga desa, Sem...
Tak Patah Arang FPR Pacet Terus Berjuang
Perjuangan merebut hak atas tanah ol...

Sulawesi Selatan

Eksekusi Berakhir Bentrok, Polisi Dimolotov
Eksekusi lahan seluas 4.339 meter pe...

Jambi

Sulawesi Tengah

Lampung